Peramalan (forecasting)
merupakan bagian vital bagi setiap organisasi bisnis dan untuk setiap
pengambilan keputusan manajemen yang sangat signifikan. Peramalan menjadi dasar
bagi perencanaan jangka panjang perusahaan. Dalam area fungsional keuangan,
peramalan memberikan dasar dalam menentukan anggaran dan pengendalian biaya.
Pada bagian pemasaran, peramalan penjualan dibutuhkan untuk merencanakan produk
baru, kompensasi tenaga penjual, dan beberapa keputusan penting lainnya.
Selanjutnya, pada bagian produksi dan operasi menggunakan data-data peramalan
untuk perencanaan kapasitas, fasilitas, produksi, penjadwalan, dan pengendalian
persedian (inventory control). Untuk menetapkan kebijakan ekonomi
seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat inflasi, dan
lain sebagainya dapat pula dilakukan dengan metode peramalan.
Peramalan adalah penggunaan data masa lalu dari sebuah variabel
atau kumpulan variabel untuk mengestimasi nilainya di masa yang akan datang.
Asumsi dasar dalam penerapan teknik-teknik peramalan adalah:“If we can
predict what the future will be like we can modify our behaviour now to be in a
better position, than we otherwise would have been, when the future arrives.”
Artinya, jika kita dapat memprediksi apa yang terjadi di masa depan maka kita
dapat mengubah kebiasaan kita saat ini menjadi lebih baik dan akan jauh lebih
berbeda di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan kinerja di masa lalu akan
terus berulang setidaknya dalam masa mendatang yang relatif dekat. Jadi peramalan
penjualan adalah suatu teknik proyeksi tentang tingkat
permintaan konsumen potensial pada suatu periode tertentu dengan
menggunakan berbagai asumsi tertentu juga, yakni sesuatunya berjalan seperti
masa lalu.
Peramalan merupakan teknik
yang digunakan untuk memperkirakan suatu system dimasa yang akan
datang.Peramalan diperlukan oleh suatu perusahaan karena setiap keputusan yang
diambil dapat memengaruhi keadaan diamasa yang akan datang. Menurut Horison
waktu,nya,peramalan dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
1.
Peramalan jangka pendek yang memberikan hasil peramalan satu tahun
mendatang.atau kurang
2. Peramalan
jangka menengah untuk meramalkan keadaan satu hingga 5 tahun kedepan.
3. Peramalan
jangka panjang digunakan untuk pengambilan keputusan mengenai perencanaan
produk dan perencanaan pasar,pengeluaran biaya perusahaan,studi kelayakan
pabrik,anggaran,purchase order,perencanaan tenaga kerja dan perencanaan
kapasitas kerja serta pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kejadian
lebih dari 5 tahun yang akan datang.
Definisi Ramalan Penjualan adalah
Suatu Perkiraan tentang penjualan selama sebuah periode masa yang akan datang,
yang ditetapkan perkiraan mana dikaitkan dengan sebuah rencana pemasaran yang
disusulkan, dan yang berisikan sejumlah kekuatan-¬kekuatan yang tidak dikuasai
serta kekuatan-kekuatan kompetitif.
Dalam metode
peramalan dapat dibagi atas dua metode yaitu:
A. Metode kuanlitatif
Metode kuanlitatif yaitu
menggunakan perhitungan matematik dan statistic.
Metode kuanlitatif dapat digolongkan menjadi 2 yaitu:
1.
Teknik Deret Berkala (Time Series)yang memerlukan sistem seperti kotak hitamdan
tidak ada usaha memerlukan faktor yang berpengaruh pada system tersebut.
Metode
ini cocok untuk peramalan jangka pendek dan jangka menengah.
2.
Teknik Exponential(causal) yang mengasumsikan adanya hubungan sebab akibat
anatara output dan input dari suatu sistem.
1.
Metode kualitatif.
Metode ini digunakan dimana
tidak ada model matematik, biasanya dikarenakan data yang ada tidak cukup
representatif untuk meramalkan masa yang akan datang (long term forecasting).
Peramalan kualitatif menggunakan pertimbangan pendapat-pendapat para pakar yang
ahli atau experd di bidangnya. Adapun kelebihan dari metode ini adalah
biaya yang dikeluarkan sangat murah (tanpa data) dan cepat diperoleh. Sementara
kekurangannya yaitu bersifat subyektif sehingga seringkali dikatakan kurang
ilmiah.
Salah satu pendekatan peramalan
dalam metode ini adalah Teknik Delphi,
dimana menggabungkan dan merata-ratakan pendapat para pakar dalam suatu forum
yang dibentuk untuk memberikan estimasi suatu hasil permasalahan di masa yang
akan datang. Misalnya: berapa estimasi pelanggan yang dapat diperoleh
dengan realisasi teknologi 3G.
Metode kualitatif biasanya tidak menggunakan
perhitungan matematis ataupun perhitungan secara statitik.Metode ini cukup
dengan tanggapan atau buah pikiran dari orang orang yang cuku mengenai keadaan
yang akan diramalakan.
Jenis- Jenis Metode Peramalan
Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang
digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan
yang hendak dicapai. Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara
lain :
1.
Time Series atau Deret Waktu
Analisis time series merupakan
hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang
mempengaruhi-nya (independent variable), yang dikaitkan dengan waktu seperti
mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun.
Dalam analisis time series
yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu.
Metode peramalan ini
terdiri dari :
a.
Metode Smoting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan
persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk
mengurangi ketidakteraturan data masa lampau seperti musiman.
b.
Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan menggunakan model matematis
dan digunakan untuk peramalan jangka pendek.
c.
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk
jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk
persamaan matematis.
2. Causal
Methods atau sebab akibat
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada
hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang
mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam
prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
a.
Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka
panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik
least squares yang dianalisis secara statis.
b.
Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka
panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
c.
Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan
jangka pendek.
Adapun
cara-cara menyusun ramalan penjualan yang dikemukakan oleh Winardi (1991; 222)
adalah sebagai berikut:
- Survei Tentang Keinginan Pembeli ( Survei of Buyer Intention ).
- Pengumpulan Pendapat Para Karyawan Bidang penjualan ( Pool 0f Sales Force Opinion )
- Pandangan Para ahli ( Expert opinion )
- Metode Pengetesan Pesan ( Market Test Method)
- Proteksi Penjualan Masa Lampau ( Proyeksi of Past Sales)
- Ramalan tentang Industri dan Prosentase Pangsa Pasar (Industry Forecast and share of the market percentage)
- Analisa Tentang Produk Yang Sedang Digunakan ( Product In Use Analysis)
- Analisa Seri Waktu ( Time Series analysis)
- Analisa Permintaan secara Statistik ( Statistical Demand Analysis)
- Peramalan Secara Eksponensial ( Exponential Smoothening )
- Analisa Korelasi ( Correlation. analysis )
- Konstruksi Model Econometric ( Econometric Model Building )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar